Sabtu, 27 November 2010

Menyimpan hasil rekaman menjadi audio di steinberg nuendo

Kali ini saya akan memberi tutorial tentang cara menyimpan / saving / export hasil rekaman menjadi audio di nuendo. Mungkin bagi anda yang sudah paham, akan sangat mudah melakukannya, tapi bagi yang belum bisa, hal kecil seperti ini merupakan suatu penghambat kecil. Padahal sudah direkam atau sudah di record, tapi tidak bisa menjadikannya satu file audio seperti format file WAV maupun MP3 yang siap didengar di berbagai gadget dan berbagai audio player.

Steinberg Nuendo dapat meng-export track-track audio (yang sebelumnya telah direkam) menjadi berbagai format audio, seperti :

  • Wave File (*.WAV)AIFC File (*.AIF)
  • AIFF File (*.AIF)
  • MPEG 1 Layer 3 File (*.MP3)
  • OggVorbis File (*.OGG)
  • Windows Media Audio File (*.WMA)
  • Wave 64 File (*.WAV)
Pertama, setelah anda merekam, pilih locator nya (yang gambar nya seperti bendera - seperti gambar dibawah ini ) :


Di awal lagu (mungkin baik nya diluangkan satu bar) tekan tombol Ctrl di keyboard lalu klik kiri (pada mouse) di angka diatas workplace.


Sama dengan Start Locator, pada End Locator kita juga memberi jarak 1 bar di akhir lagu. Namun tidak seperti Start Locator yang menggunakan tombol Ctrl. Di End Locator menggunakan tombol Alt yang ada pada keybord.

Jadi kesimpulannya :
Start Locator : Ctrl + Left Click
End Locator : Ctrl + Left Click

Awas jangan terbalik, bar yang benar seharusnya berwarna biru bukan berwarna merah seperti gambar dibawah ini :
Ini yang benar :


Ini yang salah (karena terbalik, dan warnanya merah) :


Setelah locator berhasil ditempatkan, klik menu File - Export - Audio mixdown

Setelah muncul jendela Audio Mixdown, kemudian beri nama filenya dan pilih jenis filenya. Kemudian klik Save.


Setelah itu akan muncul jendela seperti ini :

Setelah itu, tunggu sampai proses export selesai (100%).

Cara setting bit rate / bit resolution dan sample rate di steinberg cubase dan steinberg nuendo

Sebelum anda melakukan rekaman atau recording atau tracking, alangkah baiknya memeriksa dan men-setting bit rate dan sample rate. Hal ini penting sekali di lakukan untuk membuat kualitas suara rekaman agar lebih bagus.

Apa itu bit rate dan bit resolution? Bit rate dan bit resolution sangat menentukan berapa luas atau lebar dynamic range yang dimiliki oleh track atau hasil rekaman anda. Misalnya kita merekam dengan bit rate dan bit resolution 16bit, maka apabila di pandang dalam ilmu teori, hasil rekaman kita tersebut hanya memiliki dynamic range 96db, jadi walau soundcard atau audio interface atau conveter kita memiliki  S/N Ratio 120dB sekali pun, rekaman kita yang ber format 16bit akan tetap hanya memilki dynamic range 96dB, maka alangkah baiknya merekam dengan format 24bit apabila memungkinkan.Semakin tinggi sbit rate dan bit resolution, semakin besar pula penyitaan ruang hardisk anda untuk data yang disimpan.

Sample rate juga, semaikn tinggi akan semakin bagus, kenapa? sample rate sangat menentukan frequency, khususnya di frequency hi atau tinggi, Lalu harus berapa sample rate? CD audio memiliki sample rate 44.1Khz, alangkah baiknya anda merekam diatas angka tersebut. saya biasa merekam di 48Khz. Semakin tinggi sample rate audio yang direkam, semakin besar pula data yang di simpan di hardisk.

Oke langsung saja ke tutorialnya:

Pertama anda harus membuat sebuah project dahulu di steinberg cubase atau steinberg nuendo.

1. Saya anggap anda sudah memiliki sebuah project seperti screenshot dibawah ini

2. Lalu pergi atau klik menu Project -> Project setup




Lalu pilih berapa bit rate / bit resolution materi lagu yang anda ingin rekam

Pilih juga berapa sample rate meteri yang ingin anda rekam

Apabila anda membawa data rekaman dari studio lain yang ingin anda tambahkan rekaman / track nya, mixing, edit dan lain-lain, sebelumnya anda harus mengetahui dan men-setting bit rate / bit resolution dan sample rate.